Jumat, 10 Januari 2014

“Sejarah Islam di Afrika”

 
DAKWAH ISLAM DI AFRIKA
A.PENDAHULUAN

Islam merupakan agama  yang tersebar dipertengahan bumi ini yang terbentang dari tepi laut sfrika sampai laut pasifik selatan,dari padang rumput siberia sampai ke pelosok asia tenggara –bangsa berber afrika barat,sudan, afrika timur yang berbahasa swahili, bangs arab timur tengah bangsa turki, irania,bangsa turki dan persi yang tinggal di asia tengah .dari sisi latar etnis, bahasa, adat, organisasi politik, dan pola kebudayaan dan teknologi mereka menampilkan keragaman kemanusiaan, namun islam menyatukan meraka .meskipun seringkali tidakmenjadi totalitas kehidupan meraka, namun islam terserap dalam konsep, aturan keseharian, memberikan tata ikatan kemasyarakatan, dan memenuhi hasrat mereka meraih kebahagiaan hidup. lantaran keragaman tersebut,islam berkembang menjadi keluarga terbesar ummat manusia .

Dalam kajian makalah kali ini kami akan mengfokuskan pembahasan tentang sejarah masuknya islam di afrika, yang di dalamnya terdapat beberapa kawasasan atau wilayah jajahan/dakwah islam ke berbagai kerajaan di wilayah-wilayah afrika. Dalam kajian yang akan kami presentasikan ini akan sangat menarik, karna didalamnya terdapat perlawanan, pembrontakan uamat kristen terhadap ummat islam pada awal masuknya islam di afrika

1. Islam masuk ke Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mencintai tahtanya maka sebagai tanda simpatinya beliau kirimkan hadiah kepada Rasulullah SAW.
Selain alasan diatas Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari kacamata militer maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan restu Khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M) hingga sekarang. Dia hanya membawa 400 orang pasukan karena sebagian besar diantaranya tersebar di Persia dan Syria. Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka ia berhasil memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, baru setelah memasuki Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir mendapat perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin) yang merupakan pusat pemerintahan Muqauqis. Pada saat hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Muqauqis itu, datang bala bantuan 4.000 orang pasukan lagi dipimpin empat panglima kenamaan, yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin Samit dan Mukhollad sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup kesulitan untuk menyerbu karena benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada tahun 22 H (642 M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru bi Ash yang menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.


2. Perkembangan Islam di Afrika
Pemabahasan mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Afrika mencakup beberapa wilayah negara yaitu Mesir, Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Nigeria, Mali, Pantai Gading, Sudan, Ethiopia, Kenya, Zambia dan lain-laannya. Namun yang akan dibahas kali ini hanya sebagiannya saja.
a. Mesir
Mesir adalah kawasan Afrika pertama yang menerima masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana sekitar tigs jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Bahkan, di kota Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Di Mesir terdapat delapan universitas diantara yang termashyur ke seluruh dunia ialah Al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Disana banyak mahasiswa-mahasiswa yang belajar dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia yang kebanyakan mendapat beasiswa untuk belajar ilmu agama maupun pendidikan umum seperti kedokteran, tekhnik dan lain-lainnya.
Sementara itu, perluasan pengaruh Islam di kawasan Tunisia telah terjadi sejak pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah dengan menghancurkan tentara Romawi yang telah jatuh reputasinya. Sehingga pasukan Abdullah bin sa’ad dengan mudah menguasainya. Sedang masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara sesudah berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.
b. Maroko
            Maroko adalah sebuah negara yang merdeka yang mempunyai kemampuan bertahan sebagai sebuah rezim otoritasnya didasarkan kombinasi antara symbol khilafah dan sufi, meskipu Negara ini sangat kesulitan dalam mempertokoh otoritasnya di wilyah pedesaan atau pedalaman. Adapun kelas politik menengah, Maroko seperti kebanggaan  tuan tanah bangsawan, yang mana pada masyarakat timur tengah lainnyamereka menghendaki kekuasan yang memeusat. Adapun posisi bangsa Maroko pertama berlangsung dalam bentik pemberontakan Abdullah Karim di wilayah penduduk Spanyo.
Abdullah Karim adalah seorang intelektual, smua memiii karir sebagai Qodi, guru besar dan sebagai editor surat kabar telegram, ia mengetahui benar kultur bangsa Spanyol dan memiliki banyak koneksi  dengan pihak Eropa.
c. Nigeria
Nigeria terletak di sebelah barat Afrika termasuk negara yang kaya minyak yang diekspor ke Amerika Serikat terbesar kedua setelah Saudi Arabia. Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 % beragama Islam selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati pengaruh Islam di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas beragama Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.
d. Libya
Negeri Mouamar Ghadafi ini merupakan kawasan terpanas di Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar serta Palestina hampir seluruhnya beragama Islam. Rakyat hidup dari sektor pertanian, dan setelah ditemukan sumur-sumur minyak berkualitas tinggi sebagian penduduknya menjadi tenaga kerja dalam industri ini, selebihnya mengandalkan tenaga-tenaga asing.
Yang menarik, geliat dan semarak dakwah di Libya, menular ke sejumlah negaraberpendudkan asli Afrika lainnya. Menurut Mahmud, Pimpinan Jam’iyah al Dakwah  al Islamiyah al Alamiyah Libya, di Afrika, ribuan penduduk memelu Islam setiap harinya melalui usaha dan bimbingan Moammar Khadafi. Tahun lalu sembilan juta penduduk di beberapa negara di Afrika memeluk islam. Tahun lalu setelah berziarah  Mogadishu, sebanyak 43.000 penduduk masuk Islam dari satu Negara.   


e.Al-Jazair
            Pada abad 16, Abdul Qadir yang ayahya pemimpin thariqat berusaha mendirikan sebuah Negara muslim, pada tahun 1832 ia memproklamirkan sebagai amir al mukmin dan sebagai sultan bangsa arab mengklaim dirinya bertanggung jawab dalam menerapkan hukum Islam di wilayah kekuasaannya. Abdul qadir mengembangkan sebuah administrasi hirarkis bagi negaranya dan ia mengangkat sejumlah khalifah, pejabat militer financial dan pejabat peradaban.
f. Tunisia
            Pada abad ke 8 pembentukan organisasi muslim di negara Tunisia mempunyai problem yang sama seperti yang di alami oleh imerpremium Usmani dan Mesir, menghadapi ekonomi eropa yang sedang sedang berkembang psat dan kemunduran kemunduran internal dari Negara Tunisia.
            Program program reformasi keseluruhan di dasarkan pada prinsip bahwasanya pemerintah yang baik merupakan landasan bagi vitalitas social dan ekonomi dan secara politk upaya reformasi ini  bergantung kepada dukungan pihak ulama yang mana khyar al din berusaha mempengaruhi mereka agar menerima tehnik tehnik pemerintah. Eropa walaupun secara politk relatif tenang, para pejabat dan para ulama Tunisia bangkit untuk menentang pemerintah prancis, dan munculah generasi generasi baru dari para pemuka nasional dari kalangan birokratik yang terdidik secara moderen, sbagaimana yangterjadi di dalam masyarakat Utsmani.
3. Kelebihan dan Tantngan Dakwah di Afrika
1. Kelibihan Dakwah di Afrika
a. Politik
            Dalam bidang politik tersebut, di Afrika banyk juga tokoh muslim yang menduduki jabatan tetinggi di negaranya. Sebut saja seperti Muammar Khadafi, yakni beliau sebagai pemimpin muslim konteporer Libya banyak berubah setelah Muammar Khadafi menguasai politik libya. Dimana sistem monarik di gati menjadi anakronisme politik.
            Revolusi Khadfi dianggap sebagai salah satu conyoh paling awal dalam pembaharuan politik Islam, sejak Libya merdeka pada tahun 1960 selain dari Khadafi juga ada. Pemimpin negara Ghabon serta negara lainnya di Afrika , sehingga hal tersebut smakin memudahkan penyebaran ajaran Islam di benua Afrika.
            Keputusan paling awal rezim ini menyangkut masalah  referensi nasionalis dan isam, serta aturan aturan subtansi. Diantaranya diberlakukan kembali hukum pidana atas Al qur’an serta pelanggaran alkohol dan klub malam mengindikasikan pengakuan terbuka terhadap islam sebagai kekuatan pembimbing dalam kekuatan politik negara.
b.Ekonomi
            Afrika selatan adalah sebuah negara maju dengan [enduduk yang berpendapatan sederhana. Negara ini kaya dengan bahan bahan tambang, terutama yang bernilai tinggi sperti, emas, platinum dan berlian. Ia juga mempunyai sistem keuangan, perundangan, telkomunisasi, energi infrastruktur yang maju dan moderen. Dengan kekayaan yang di miliki Afrika tersebut, semakin membuat hubungan antara Afrika dengan negara negara islam di luar benua Afrika lebih dekat untuk mejalankan dakwah di Afrika tersebut.
2. Tantangan  Dakwah di Afrika
            Didalam melakukan dakwah   islam tentunya akan banyak mengalami tantangan dan hambatan yang akan di hadapi. Bgitu pula dengan dakwah yang dilakukan oleh para juru dakwah yang ada di benua Afrika.
            Berbagai negara di Afrika pun menyampaikan kndisi dan tantanga dakwah yang mereka hadapi di benua itu. Negara negara di Afrika umumnya menghadpi tantangan dalam pengembangan pendidikan Islam dan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Para misionaris islam ketika memasuki  benua Afrika menemukan fakta yang menejutkan yaitu sedemikian luasnya Islam di benua ini.
            Penyebaran Islam di Afrika tidak dilakukan secara sistematis oleh kaum muslimin dan para muballiqh Islam. Politik kolonialisme dan penjajahan terhadap berbagai wilayah Afrika oleh Belgia, Portugis, Prancis, dan Inggris dalam waktu yang sangat lama memberikan kesempatan yang luas bagi para misionaris untuk menyebarkan ajaran Kristen di benua ini.
            Di Afrika terdapat banyak tantangan dakwah, yakni banyak misionaris dibawah yayasan Kristen, yang setiap tahun membagi bagi ratusan ribu Injil, buku buku, dan majalah secarah gratis untuk menyebarkan pemikiran Kristendi tengah pemuda dan remaja dan berbagai lapisan msyarakat lainya. Yayasan Emier merupakan salah satu contoh dari yayasan misionaris yang bertujuan untuk memuul Islam. Yayasan ini memiliki 13 penerbitan dan salah satu aktivitasnya adalah menerbitkan buku dengan gambar gambar yang menarik bagi anak anak. Dan juga yayasan ini melakukan mata mata dan melakukan campur tangan dalam urusan pemerintah.
            Akan tetapi, meskipun telah dilakukan upaya yang sangat luas oleh para misionaris Kristen serta telah digunakannya fasilitas dan keuangan yang sangat banyak dala proram misionaris itu,kenyataan menujikkan bahwah kelompok kelompok penyebaran agama Kristen tidak mampu mencapai tujuan tujuan mereka.
4. Gerakan Islam di Afrika
          Seperti halnya di Negara Indonesia, Muslim yang ada di Benu Afrika juga ada beberapa gerakan atau harakah Islam yang berkembang
1.Jamaah Ikhwanul Muslimin
            Jamaah Ikhwanul muslimin berdiri di kota Islamiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan pendiri Hasan Al banna bersama keenam tokoh lainya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurahman Hasbullah, Ismail Izz, dan Zaki al-Magribi. Ikhwanul Muslimin pada saat itu di pimpin oleh Hasan al Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimiin di buat dan disahkan pada rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun pada tahun itu pula,IkhwanulMuslimin membuka cabang di Suez, Abu Showier, dan Al Mahmoudiyah. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang di pimpin oleh Muhibuddin Khatib
            Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi Islam berlandaskan ajaran Islam. Ia ermerupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang bahwa Islam adalah Dien (Agama), yang universal dan menyaluruh,bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (Shalat, Puasa, Haji, Zakat, dan lain lain) saja.Tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan terbentuknya sosok idvidu Muslim, rumah tangga islami, bangsa yang islami, pemerintah yang islami, negara yang dipimpin oleh negara negara Islam, mnystuhksn perpecahan kaum Muslimin dan negara negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendra jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran ajaranIslam Ikhwanul Muslimin menolak segala bentukpenjajahan dan monarki yang pro-Baarat.
            Dalam perpolitikan di berbagai negara, Ikwanul Muslimin ikut serta dalam proses demokrasi sebagai sarana perjuangannya, sebagaimana kelompok kelompok lain yang nengaku demokrasi. Contoh utamanya adalah Ikhwanul Muslimin di Mesir yang mengikuti proses pemilu di negara tersebut.
2.Gerakan Jihad
 dirikan oleh Hasan Al Banna dari Mesir, di bnua tersebut juga ada Gerakan Jihad abad 18 dipimpin oeh para Ulama, Guru, Muballiq keliling, dan Pengikut mereka. Mereka mendapat ispirasi dari pembaharu dari Ulama militant seperti Al-Maghili.
            Selain dari dua gerakan yang ada seperti di atas tadi,juga masih ada beberapa gerakan Islam yang telah berkembang di benua Afrika, seperti kelompok Sufi, Jamaah Tabliq, dan Penganut mazhab Imam Maliki serta gerakan Islam lainnya yang semua menginginkan agar Islam dapat berkembang dan terus tumbuh di Benua Afrika. 
5. Tokoh Tokoh Islam di Afrika
            Keberadaan Islam di benua Afrika telahmembuat penduduk Afrika semakin meningkat keinginan umat muslim yang ada disana untuk mendalami ajaran Islam. Selain itu juga muncul tokoh tokoh Islam yang menjadi pembaharu di benua Afrika. Diantara tokoh tokoh muslim yang ada tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1.Al-Qalbisi
            Al-Qabisi nama aslinya adalah Abu al-Hasan Ali bin Muhammad Khalaf al Ma’rif al-qobisi, beliau lahir di daerah kairawan,Tunisia pada bulan rajab tahun 224 H/tanggal 13 Mei 936 M. Ia pernah merantau ke timur tengah selama 5 tahun, kemudian ia kembali ke negri asalnya dan meninggal dan dunia pada tanggal 3 Rabiul Awal 403 H/Tangga 23 oktober 1012 M.
2.Muhammad Abduh
            Muhammad Abduh lahir di sebuah dusun di Delta sungai Nil pada tahun 1849, dan beliau meninggal pada 11 juli 1905. Keluarganya terkenal berpegang teguh pada ilmu dan agama. Sejak muda beliau sudah di kenal hafal Al qur’an, Muhammad Abduh adalah sajana pendidik dan mufti, theology, alim dan juga pembaharuan.
            Selain dari kedua tokoh diatas tersebut nasih banyak ulama serta pembaharu yang ada di Afrika. Seperti Sayyid Sabiq, yang mana beliau adalah ahli tafsir, Muhammad Rasyid Ridho, Hasan Al Banna , serta ulama terkenal sperti Ibnu Khaldun, yang terkenal sebagai ilmuan dalam bidang ekonomi, beliau berasal dari Tunisia, Afrika.





Daftar Pustaka
Badri, Yatim, Sejarah Peradaban Islam:1993. Rajawali Press, Jakarta
La        pidas, M ira, Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta, PT.Raja Grafido Persada, 1999
Munir Amin, Syamsul,  Sejarah peradaban Islam, Jakarta, Amzah, 2009
Suwito dan Fauzan, Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta, Kencana Perdana Media, 2008










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar anda di sini