Rabu, 27 Mei 2015

CIRI- CIRI PROFESIONALISME DAN CIRI- CIRI ORANG YANG PROFESIONAL


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Kehadiran era globalisasi telah mendorong kelahiran kompetisi ide- ide baru dan bersama dengan itu praktik- praktik baru pun telah muncul dengan wajah kultur yang berbeda di bandingkan dengan era sebelumnya. Fenomena ini direspon secara beragam oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang telah menjadi masyarakat pembelajar, sadar akan informasi, dan memahami makna berkompetisi antar manusia sejagat. Dalam menjalani peradaban globalisasi itu, ada yang benar- benar siap menghadapinya secara intelektual, ekonomi, politik, ketahanan emosional, dan sosial. Sebagian lagi berpikir realistis, yaitu dengan menjalani kehidupan ini secara bersahaja dan membangun persepsi bahwa rentang
perjalanan waktu secara normal yang tidak lebih dari hukum alam, laksana adanya kelahiran dan kematian, laksana siang dan malam, dan laksana nasib baik dan buruk. Sehingga manusia itu bisa belajar dari banyak hal, misalnya dari pengalaman keberhasilan atau kegagalan orang lain, dari buku- buku, majalah dan masih banyak lagi. Hal ini akan tercipta jika ditunjang oleh profesionalisme baik dari lembaga maupun individu. Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai ciri- ciri profesionalisme dan ciri- ciri orang yang profesional.
  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana ciri-ciri profesionalisme secara umum?
2.      Bagaimana ciri-ciri orang profesional secara umum?
3.      Bagaimana  guru yang  profesional?
  1. Tujuan
1.      Untuk mengetahui ciri-ciri profesionalisme secara umum.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri orang profesionalisme secara umum.
3.      Untuk mengetahui  guru yang  professional
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Ciri- ciri Profesionalisme Secara Umum
Dibawah ini akan dikemukakan beberapa ciri profesionalisme:
1.      Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2.      Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3.      Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
4.      Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
5.      Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.
6.      Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi
7.      Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
8.      Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
9.      Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
Ciri di atas menunjukkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang profesional, harus ada kriteria-kriteria tertentu yang mendasarinya.Lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.
B.     Ciri- ciri Orang yang Profesional
1.      Profesional senang menyelami sebuah proses, sedangkan amatiran gemar menghindari sebuah proses.
2.      Profesional selalu memeriksa dan mengetahui apa yang diperlukan dan diinginkannya.
3.       Profesional selalu fokus dan berkepala dingin.
4.       Profesional tidak membiarkan kesalahan berlalu, namun menjadikannya sebuah pelajaran.
5.       Profesional senang untuk terjun ke pekerjaan yang sulit.
6.       Profesional selalu berpikiran positif.
7.       Profesional senang menghadap orang lain.
8.       Profesional adalah orang yang antusias, penuh semangat, interest, contentment
9.       Profesional adalah orang yang tahan banting hingga tujuan tercapai.
10.  Profesional akan berbuat lebih dari apa yang diharapkan.
11.  Profesiobal akan menghasilkan produk yang berkualitas.
C.    Guru yang Profesional
C.V. Good (ed) menjelaskan bahwa jenis pekerjaan yang berkualifikasi profesional memiliki ciri- ciri tertentu, yaitu:
Ø  Memerlukan persiapan atau pendidikan khusus bagi calon pelakunya ( membutuhkan pendidikan pra jabatan yang relevan )
Ø  Kecakapan seorang pekerja profesional dituntuk memenuhi persyaratan yang telah di bakukan oleh pihak yang berwenang.
Ø  Jabatan profesional tersebut mendapat pengakuan dari masyarakat atau negara.
Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jabatan guru tergolong jabatan profesional jika memenuhi persyaratan tersebut.
Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Yaitu dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik dalam belajar. Guru dituntut mencari tahu terus- menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada kegagalan peserta didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar bersama peserta didik bukan mendiamkannya atau menyalahkannya. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya.
Sementara itu, sikap dan sifat- sifat guru yang baik adalah sebagai berikut: Bersikap adil, Percaya dan suka kepada murid- muridnya, Sabar dan rela berkorban, Memiliki wibawa dihadapan pendidik, Penggembira, Bersikap baik terhadap guru lainnya, Bersikap baik terhadap masyarakat, Benar- benar menguasai mata pelajarannya, Berpengetahuan luas, Suka dengan mata pelajaran yang diberikan. ( Ngalim Purwanto, 2002 )
Menurut Surya ( 2005 ), guru yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas- tugas yang ditandai dengan keahlian baik materi maupun metode. Selain itu juga ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, sosial, intelektual, moral, dan spiritual.
Dengan profesionalisme guru, maka guru masa depan tidak tampil lagi sebagai pengajar ( teacher ), seperti fungsinya yang menonjol selama ini, tetapi beralih sebagai pelatih ( coach ), pembimbing ( counselor ), dan manajer belajar ( learning manager ). Dengan ketiga peran guru ini, maka diharapkan siswa mampu mengembangkan potensi diri masing- masing, mengembangkan kreativitas, dan mendorong adanya penemuan keilmuan dan teknologi yang inovatif sehingga siswa mampu bersaing dalam masyarakat global. 





KESIMPULAN
Profesi menunjukkan lapangan yang khusus dan mensyaratkan studi dan penguasaan pengetahuan khusus yang mendalam, seperti bidang hukum, militer, keperawatan, kependidikan, dan sebagainya. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka khusus dipersiapkan, untuk itu bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Sementara itu, seseorang yang menggeluti dunia pendidikan ( mendidik dan mengajar ) adalah guru, dan berbagai profesi lainnya.
                                   
           


DAFTAR PUSTAKA
Kunandar. Guru Profesional. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: 2007.
Sudarwan Danim. Menjadi Komunitas Pembelajar. PT Bumi Aksara. Jakarta: 2003

Sudarwan Danim. Pengembangan Profesi Guru. Kencana Prenada Media Group. Jakarta. 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar anda di sini